Rahasia Tingkat Kan Omset 10 Kali Lipat Dalam Waktu 7 Hari


Rahasianya dimulai dari proses Pra Launch Produk itu sendiri.

 

Pertama, Kenali Produk dengan Baik

Ya, mengenali dan tahu kelebihan juga kekurangan produk sebelum dipromosikan adalah hal wajib bagi para penjual.
Caranya sederhana, Anda bisa gunakan rumus 5W +1H.
Bagaimana cara penerapannya?
Coba bayangkan dan posisikan Anda akan mempromosikan sebuah produk, kita misalkan saja produknya berupa sebuah buku yang membahas tentang Facebook Ads.
Sudah?
Sekarang coba kita jawab satu per satu pertanyaan ini. Pastikan jawabannya sesuai dengan produk tadi ya.
  1. Apa jenis produk yang akan di promosikan? Apa yang dibahas di dalamnya?
  2. Kenapa buku itu harus di beli? Kenapa perlu tahu tentang Facebook Ads?
  3. Kapan bisa menggunakan ilmunya?
  4. Dimana bisa mendapatkan produknya?
  5. Siapa yang membutuhkan produk ini?
  6. Bagaimana cara mengaplikasikan ilmunya?
Kalau Saya coba jawab, mungkin jawabannya akan seperti ini…
  1. Produknya berupa buku yang membahas mengenai Facebook Ads Basic hingga Intermediate
  2. Karena didalamnya ada ilmu penting yang bisa membantu banyak orang berjualan menggunakan Facebook Ads. Dalam buku ini juga akan di bahas cara untuk memaksimalkan setiap iklan yang dibuat.
  3. Kapan saja bisa, tidak harus menunggu bukunya habis di baca.
  4. Tentunya di Billionaire Store atau melalui Reseller Resminya
  5. Dilihat dari isinya, kemungkinan yang membutuhkannya adalah seorang pekerja, mahasiswa, dan orang-orang yang baru saja memulai bisnis, atau bisa juga untuk para reseller atau dropshiper
  6. Baca dan praktekan
Nahh.. kurang lebih seperti itu ya..
Pertanyaan-pertanyaan tadi, bisa Anda sesuaikan dengan produk apa yang dimiliki saat ini.
Ini hanya contoh sederhana, akan lebih bagus kalau Anda coba uraikan lebih banyak lagi dari setiap rumus 5W+1H nya.
Misalnya, tambahkan ini Apa manfaat Produk ini? Apa warna covernya? Siapa pembuatnya? Kenapa produk ini di buat? dan masih banyak lagi.
Saya sarankan maksimalkan pada tahapan ini, karena ini berhubungan dengan tahapan selanjutnya.
Bisa memudahkan kalau dilakukan dengan detail, bisa juga menyulitkan kalau dikerjakan asal-asalan.
Sampai sini sudah paham? Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa lewat komen di catatan ini ya ^_^
Oke kita langsung lanjut ke langkah yang ke dua ya.

Kenali Target Market yang Sesuai

Seperti yang sudah Saya katakan tadi, setiap poin ini saling berkaitan. Jadi setelah kita kenali produknya, akan semakin mudah untuk tentukan siapa yang membutuhkan produk ini dan untuk siapa sebetulnya produk ini di buat.
Sebelum lanjut, ada beberapa yang harus dilakukan kalau Anda adalah seorang newbie. Saran Saya sihh.. catat hal ini setiap kali akan menentukan target market.

Yang pertama, tentukan Siapa yang membutuhkan produk Anda.

Untuk memudahkan kita misalkan saja produknya “Kerudung Pashmina”.
Saya yakin, ketika mendengar kata kerudung, Anda pasti akan berpikiran yang membutuhkannya perempuan. Hayoo bener kan? haha
Tidak salah, karena memang target utamanya adalah perempuan. Tapi, mungkinkah kita jual kepada laki-laki?
Kalau menurut Saya, sangat mungkin.
Apa alasannya? Salah satu contoh, kerudungnya bisa untuk istrinya.
Nahh.. berarti untuk target laki-laki, ada kategori khusus yaitu yang statusnya sudah menikah, karena tidak mungkin sudah beristri kalau belum menikah, betulkan? 😀
Lalu, setelah tau siapa yang membutuhkannya, Siapa yang pegang keputusan untuk beli atau tidak? Bisa dia sendiri (kalau dipakai sendiri dan masih lajang), tapi kalau sudah menikah? Ohh tentu beda lagi aturan mainnya. Benar kan?
Ya walaupun Saya belum menikah, Saya wajib tau seperti apa kebiasaan pasangan yang sudah menikah itu seperti apa.
Bukan hanya untuk kepo biasa, tapi ini sangat bermanfaat saat akan mempromosikan sebuah produk.
Cara untuk mengetahuinya gampangg, cukup perhatikan lingkungan sekitar Anda dan gunakan kemampuan sosial yang dimiliki ^_^
Sudah makin kebayang? Oke lanjut lagi yaa… ^_^
Setelah tahu siapa yang membutuhkan produknya, siapa yang pegang keputusan untuk membeli, selanjutnya apa lagi?

Langkah selanjutnya adalah, Ketahui Secara Detail pemegang keputusan itu Orang yang Seperti Apa.

Kita ambil contoh produknya “Kerudung Pashmina” yang tadi ya..
Dari hasil data yang tadi, produk ini masih memungkinkan untuk dijual ke semua gender dengan syarat,
Kalau perempuan, di usia sekitar 18-30 tahun, dengan pekerjaan seorang pelajar dan karyawan di sebuah perusahaan dengan minat tutorial hijab, busana muslim modern, dan berbagai aksesories pelengkap penampilan seperti tas dan sepatu unik.
Kalau laki-laki, karena kemungkinan dia beli untuk istri atau pasangannya otomatis range usianya di 24-34 tahun dengan pekerjaan karyawan dengan minat segala hal yang berkaitan dengan pasangan dan keluarga.
Sudah semakin terbayang? Atau malah bingung?
Sama kok, dulu juga Saya bingung haha 😀
Intinya,

Temukan Target Market dengan Kriteria yang mendukung

Karena kita bermain di dunia online tentu data-data itu akan sangat mendukung saat menentukan market. Sekarang, yang menjadi kendala adalah dimana kita bisa menemukan orang-orang dengan beragam kriteria itu dan seberapa banyak kah orang itu?
Untungnya, Saya adalah salah satu pengguna Facebook Ads, karena dengan satu fitur dari Facebook Ads ini Saya bisa temukan dimana orang-orang itu berada.
Perlu di ingat, karena fitur ini ada di Facebook, otomatis data yang kita cari akan relevan dengan orang-orang yang ada di Facebook.
Nama fitur ini adalah Audience Insight. Mungkin Anda juga sudah tau fitur ini jauh sebelum Anda baca catatan ini.
Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, dalam fitur Audience Insight ini kita dapat melihat berapa banyak pengguna Facebook serta minat mereka sesuai kriteria yang sudah kita masukan.
Di sana Anda tinggal masukkan kriteria seperti lokasi, umur, status, minat, dan masih banyak lagi. Setelah itu bisa dilihat berapa banyak pengguna yang aktif setiap bulannya, apa saja produk kesukaan mereka, tokoh favorit mereka, dan sebagainya.
Tingkat Optimasi fitur ini akan sangat bergantung dari langkah yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Tentunya akan berimbas juga pada iklan.
Oke, sampai disini sudah paham dan makin kebayang kan?
Alhamdulillah kalau memang begitu ^_^
Sekarang.. setelah kenal sama produk juga tau siapa saja target marketnya, kita masih harus berusaha untuk dapat menyampaikan informasi produk ini dengan baik sampai bikin target market ini beli apa yang kita tawarkan.
Ada beberapa tahap lagi untuk melengkapi hal yang sudah dijelaskan barusan.
Mau tau kelanjutannya?
Tenang saja, Saya akan beritahukan kelanjutannya setelah catatan ini di SHARE 100 kali.
Bukan karena apa apa, Saya hanya ingin Anda membantu kawan-kawan yang lain juga untuk sama sama mendapatkan informasi ini.
Karena bisa jadi, sekali SHARE dari Anda bisa membantu banyak orang untuk sukses juga. Kalau sudah seperti itu? Bisa jadi lahan pahala untuk kita juga kan? hehe
Selain dapat ilmu sukses, dapat pahala juga ^_^
Billy Syahrul Maulana

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *