Kudus Punya Studio Animasi Sekelas Hollywood


Studio animasi bertaraf internasional dibangun di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hebatnya lagi, peralatan canggih di studio tersebut pun dijalankan oleh siswa SMK Raden Umar Said jurusan animasi.

Di bagian dalamnya terlihat ruangan kerja animator seperti tempat kerja animator profesional. Saat masuk gedung tersebut, di sisi kanan terdapat poster besar tentang sejarah animasi.

Di ruangan utama yang cukup luas, berjajar komputer, tablet grafis, hingga printer 3D untuk pengerjaan animasi dari pembuatan karakter dalam bentuk animasi hingga bisa bergerak bahkan diberi spesial efek.

Proses produksi dimulai di lantai dua yaitu desain karakter yang digambar manual menggunakan tangan dan juga story board berupa gambar per panel yang menunjukan adegan gerakan yang akan dibuat bentuk animasi.

Turun ke lantai bawah atau ruang utama, ada drawing studio untuk menggambar story board dalam komputer menggunakan tablet grafis. Kemudian production studio tempat mengubah karakter menjadi animasi hingga bergerak menggunakan software Autodesk Maya, seperti yang digunakan untuk pembuatan film animasi terkenal Big Hero 6
Setelah itu ada visual effect studio untuk ‘ embumbui’ animasi yang sudah jadi agar lebih realistis. Berikutnya ada color grading studio yaitu tempat pewarnaan lanjutan agar warna suasana dan background bisa menyatu.

Tidak hanya itu, proses dubbing juga bisa dilakukan karena ada sound studio. Penyanyi, Isyana Sarasvati pernah ke studio ini untuk mengisi soundtrack film pertama siswa SMK Raden Umar Said, “Pasoa dan Sang Pemberani”. Terakhir ada mini teater untuk melihat hasil animasi yang sudah jadi.

Perlengkapan studio yang canggih memang sudah setara dengan dunia internasional, namun suasana ternyata juga tidak luput diperhitungkan untuk kenyamanan kerja. Selain ada papan history animasi, beberapa poster film ditempel ditembok.

Ada juga hiasan rak besar berisi action figure berbagai film animasi dan film sukses lainnya seperti Spiderman, Dragonball, Mr. Bean, Batman, dan Avengers. Di lantai dua terdapat rak buku dengan koleksi buku komik dan tentang dunia animasi. Tak kalah seru, ada perosotan yang digunakan untuk turun dari lantai dua ke lantai satu.
Salah satu siswa SMK Raden Umar Said, Wildan Aufa (16) mengungkapkan rasa senangnya bisa memproduksi film animasi di studio tersebut. Meski sebenarnya projek yang mereka buat yaitu film Pasoa dan Sang Pemberani masuk dalam mata pelajaran, namun Wildan sudah seperti dekat dengan cita-citanya.

“Awalnya suka lihat animasi, terus cita-cita memang jadi animator. Ini enggak susah, karena memang suka,” kata siswa kelas X Animasi itu.

Studio canggih tentu harus didukung sumber data manusia yang mumpuni, dalam hal ini pengajar. Ada 6 guru untuk melatih para siswa SMK Raden Umar Said, dan 5 di antaranya sudah bersertifikasi internaisonal, Autodesk. Sertifikasi itu di Indonesia hanya dimiliki oleh 12 orang.

Tidak tanggung-tanggung, pengajar yang berpengalaman di Walt Disney Animation Studio juga didatangkan. Dia adalah Woody Woodman yang ikut membuat animasi Mulan (1998), Tarzan (1999), dan Brother Bear (2003).

“Ada Woody Woodman, pernah mengajar 3 minggu tentang Stroy Board, tata kamera, dan lainnya,” ujar Wildan.

Pembangunan RUS Animation Studio merupakan hasil kerjasama Djarum Foundation, Autodesk, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation yang sudah ada sejak 6 bulan lalu. Saat ini para siswa sedang mengerjakan proyek film animasi Pasoa dan Sang Pemberani” yang rencananya tayang bulan Oktober 2016 di televisi swasta.
epala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan studio tersebut sudah bertaraf internasional. Ia membandingkan dengan stuio Disney dan Pixar yang sudah dikunjunginya.

“Ini sama seperti apa yang saya lihat di Amerika. Di kota besar pun tidak ada yang seperti ini, ini sudah tingkat dunia. Tidak hanya mesinnya, tapi suasana, cara mengajarnya. Perkembangan teknolgi, software Autodesk Maya itu dipakai di Pixar, Disney, sama kualitas, sehingga ini luar biasa,” kata Triawan.

Sementara itu Kepala SMK Raden Umar Said, Fariddudin menambahkan bisa dibilang studio tersebut sudah sekelas Hollywood. Bahkan rencananya RUS Animation Studio juga akan ikut andil dalam proyek animasi “Petualangan si Unyil”.

“Ini di Indonesia belum ada seperti ini, sudah sekelas Hollywood. Kami juga akan bawa order. Proyek si Unyil juga akan dibuat di sini. Setelah episode 1 akan dibuat di sini, kita pakai online,” kata Fariddudin.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *